Kamis, 21 Juni 2012

DIALOG SERU ANTAR MURID ISA BUGIS " SEINDAH-INDAH BELAJAR "

Banyak orang mengatakan, katanya : 'Seindah-indahnya belajar Al Qur'an adalah mengajarkannya lagi kepada yang lain'.
Pertanyaan : Bukti indahnya dimana ?.
· ·
    • Riyadi Aja asyadu hubn lilh 'sngat cinta dn rindu untk slalu hdup dgn ajrn nya...
      Selasa pukul 23:07 melalui seluler ·
    • Arsy Hariyanto Kalau jualan air RO sudah lancar dan terbukti bisa memenuhi hajat hidup keluarga,maka ajarkanlah ilmu berjualan air RO ke yang lain....!
      Agar mereka juga bisa memenuhi hajat hidup keluarganya.
      *Xixixixixiiii.....Numpang promosi*
    • Ais Kusumadewa Hati-hati mas Riyadi Aja, cinta bisa berakibat mesum. hahahahaha....
    • Velove Margaretha Oleh krn tujuan mngajar adl mngajarkan diri di dpn orng lain maka keindahan mngajar adl takala kt mnyadari bahwa tnyata msh terlalu bnyknya kekuranganx diri ini dan dg mngajar seluruh pandangan yg msk ke dlm otak kt akan lebih lama tersimpan d dlm memory otak kt dan itu indah...mereun.. pa ais mangga di koreksi..qiqiqi..
      Kemarin jam 9:50 melalui seluler · · 2
    • Positif Aja Itu bukan kata org !, tapi kata nabi khairukum man ta'allamalquran wa'allamahu = seindah - indah kalian dalam belajar adalah belajar Al-Quran yaitu dengan cara mengajarkan ( Alquran ). memahami hadist nabi gak bisa pakai methode NATURALISME ..sedikit2 dipandang dari WUJUD KEBENDAAN, kayak kawan kita si Arsy tuch korban mesin RO sebagai keindahan menurut naturalismenya...

      ternyata pak ais sudah tua makin bodoh aja yaa...dengan mengajar Alquran..otomatis kita mempersiapakan diri lebih semanagat..dan tentu saja mengalirnya proses input menjadi output itu ada keindahan tersendiri..dari pada menggenangkan ilmu dalam hati atau dalam catatan saja . hal yg demikian malah bisa mengakibatkan nyamuk-nyamuk..makanya murid pak ais kayak nyamuk semua, kan ...
      Kemarin jam 12:11 · · 1
    • Ais Kusumadewa Nanya A jawab B....hahaha !. Susah ngomong sama kebo mah.!. Orang diminta bukti jawabnya teori.
      Kemarin jam 12:27 · · 1
    • Positif Aja pembuktian itu gak bisa dilihat pakai mata kepala, tapi harus dilihat pakai pembuktian ilmiah sesuai amsr,,,susah bicara sama setan naturalis
    • Ais Kusumadewa Hahahahaha..........
    • Bung Tomo klo memang memandang nya sudah pakai kaca mata berbeda, stop saja om, dari pada debat kusir..
      Kemarin jam 13:03 · · 2
    • Gempur Isa Bugis ‎"Banyak org mengatakan"? Jangan ngarang ente!!! Itu adalah kata2 Isa Bugis, bukan kata banyak org!!! Klo ente muridnya pasti tau maksudnya, kecuali ente murid ceble!
      Kemarin jam 13:11 · · 1
    • Positif Aja pak ais ini mau bikin aliran Islam naturalis buat pembenaran diri bahwa kapitalis itu indah..
      Kemarin jam 13:13 · · 1
    • Gempur Isa Bugis Org ini gak ngerti berpikir ilmiah ato mau mengaburkan sumber ilmu... kata2 gurunya sendiri dia bilang kata banyak orang...
      Kemarin jam 13:18 · · 2
    • Arsy Hariyanto Hahahahaha.....
      Jangan jadi kunang2,bro...?!
      *lampu kok ditaruh di pantat*
      Kemarin jam 14:14 · · 2
    • Cah Angon Konon katanya, "..Seindah-indah belajar alQur'aan adalah mengajarkannya lagi kepada yang lain.." >>itu yg perlu dianalisis, dimana letak keindahannya...
    • Cah Angon Yg mestinya didefinisikan terlebih dahulu itu adalah kata INDAH apa, dan kata INDAH yg dimaksud itu, alih redaksi dari kata apa. baru diurai..
    • Harta Sujarwo Panjaitan bukti indahnya tidak saling merendahkan, tdk memperolok2 bagaikan memakan bangkai saudaranya sendiri tapi saling mengingatkan kepada teman akrab yg mau mengakrabkan sesuai prosedurNya bagaikan bangunan yg tersusun rapi ^_^
      7 jam yang lalu · · 1
    • Vey Soulfey'z Burningcell Hehehe...
      Seeru juga..
      6 jam yang lalu melalui seluler ·
    • Gempur Isa Bugis Kata2 itu selalu diucapkan IB pd saat dia menyampaikan kuliah pengantar dakwah, sebagai pembekalan bagi para calon pengajar. Cara kalian melontarkan dan menanggapi dg mengabaikan konteksnya, mengabaikan org yg mengucapkannya pertama kali, adalah sebuah pelanggaran prinsip ilmu, sekaligus pelecehan thd org yg mengucapkannya pertama kali (nara sumbernya). Bukankah kalian sudah diajari bahwa setiap perkataan itu hrs dikembalikan kepada yg mengatakannya? Hiruk pikuk kalian di sini hanya menandakan bahwa kalian adalah murid2 yg gagal ...
      6 jam yang lalu · · 1
    • Vey Soulfey'z Burningcell Beuuuhhhh...
      Saya garis bawahi..
      "Bahwa kalian adalah murid2 yang gagal".
      6 jam yang lalu melalui seluler ·
    • Harta Sujarwo Panjaitan betul..yg ada disini semua murid-murid gagal menegakkan revolusi damai di indonesia..karena egonya itu loh..ana khairu minhu..kental banget..
    • Vey Soulfey'z Burningcell Plakkkkk....

      Jadi ada solusi..???
      6 jam yang lalu melalui seluler ·
    • Harta Sujarwo Panjaitan solusinya ya jinakkanlah hati masing2 agar sikap2 kebinatangan bisa direvolusi dg Alquran menurut sunnah Rasul bukan menurut masing2 lagi..
    • Vey Soulfey'z Burningcell Ayat apa sebagai penyadar diri..??
      6 jam yang lalu melalui seluler ·
    • Harta Sujarwo Panjaitan as-shalatu lidz-dzikri = shalat itu untuk kesadaran diri sesuai alquran...hasi shalat yg gak benar..hasilnya kepala batu semua..
    • Vey Soulfey'z Burningcell Sipppp...
      Oke..bang,cukup manis jamuan anda kali ini..

Jumat, 13 April 2012

ISMAIL DIPERINTAHKAN MENCERAIKAN ISTRINYA

Friday, September 21, 2007

Kisah Nabi Allah Ibrahim dan Menantunya

Nabi Ibrahim pergi menziarahi menantunya ketika puteranya, Nabi Ismail tiada di rumah. Isteri Nabi Ismail belum pernah bertemu bapa mertuanya, Nabi Ibrahim. Apabila sampai di rumah anaknya itu, terjadilah dialog antara Nabi Ibrahim dan menantunya.

Nabi Ibrahim : Siapakah kamu?
Menantu : Aku isteri Ismail.
Nabi Ibrahim : Di manakah suamimu, Ismail?
Menantu : Dia pergi berburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimanakah keadaan hidupmu sekeluarga?
Menantu : Oh, kami semua dalam kesempitan dan (mengeluh) tidak pernah senang dan lapang.
Nabi Ibrahim : Baiklah! Jika suamimu balik, sampaikan salamku padanya. Katakan padanya, tukar tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan supaya menceraikan isterinya).
Menantu : Ya, baiklah.

Setelah Nabi Ismail pulang daripada berburu, isterinya terus menceritakan tentang orang tua yang telah singgah di rumah mereka.
Nabi Ismail : Adakah apa-apa yang ditanya oleh orang tua itu?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri : Aku ceritakan kita ini orang yang susah. Hidup kita ini selalu dalam kesempitan, tidak pernah senang.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ya ada. Dia berpesan supaya aku menyampaikan salam kepadamu serta meminta kamu menukarkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Sebenarnya dia itu ayahku. Dia menyuruh kita berpisah. Sekarang kembalilah kau kepada keluargamu.

Ismail pun menceraikan isterinya yang suka merungut, tidak bertimbang rasa serta tidak bersyukur kepada takdir Allah SWT. Sanggup pula mendedahkan rahsia rumah tangga kepada orang luar.

Tidak lama selepas itu, Nabi Ismail berkahwin lagi. Setelah sekian lama, Nabi Ibrahim datang lagi ke Makkah dengan tujuan menziarahi anak dan menantunya. Berlakulah lagi pertemuan antara mertua dan menantu yang saling tidak mengenali.

Nabi Ibrahim : Di mana suamimu?
Menantu : Dia tiada dirumah.
Dia sedang memburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimana keadaan hidupmu sekeluarga? Mudah-mudahan dalam kesenangan?
Menantu : Syukurlah kepada tuhan, kami semua dalam keadaan sejahtera,tiada apa yang kurang.
Nabi Ibrahim : Baguslah kalau begitu.
Menantu : Silalah duduk sebentar. Boleh saya hidangkan sedikit makanan.
Nabi Ibrahim : Apa pula yang ingin kamu hidangkan?
Menantu : Ada sedikit daging, tunggulah saya sediakan minuman dahulu.
Nabi Ibrahim : (Berdoa) Ya Allah! Ya Tuhanku! Berkatilah mereka dalam makan minum mereka. (Berdasarkan peristiwa ini,Rasulullah beranggapan keadaan mewah negeri Makkah adalah berkat doa Nabi Ibrahim).
Nabi Ibrahim : Baiklah, nanti apabila suamimu pulang, sampaikan salamku kepadanya. Suruhlah dia menetapkan tiang pintu rumahnya sebagai kiasan untuk mengekalkan isteri Nabi Ismail).

Apabila Nabi Ismail pulang daripada berburu, seperti biasa dia bertanya sekiranya sesiapa datang datang mencarinya.
Nabi Ismail : Ada sesiapa datang semasa aku tiada di rumah?
Isteri : Ya, ada. Seorang tua yang baik rupanya dan perwatakannya sepertimu.
Nabi Ismail : Apa katanya?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri : Aku nyatakan kepadanya hidup kita dalam keadaan baik, tiada apapun yang kurang. Aku ajak juga dia makan dan minum.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ada, dia berkirim salam buatmu dan menyuruh kamu mengekalkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Oh, begitu. Sebenarnya dialah ayahku. Tiang pintu yang dimaksudkannya itu ialah dirimu yang dimintanya untuk aku kekalkan.
Isteri : Alhamdulillah, syukur.

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu. Dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih." (Surah Ibrahim, ayat 7)
"Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai NILAI orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi sangat sedikit sekali golongan kamu yang dapat melakukan demikian." (Riwayat Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)

Selasa, 06 Maret 2012

DASAR, TUJUAN, TEKHNIK SERTA MANAGEMENT NIKAH

Berangkat /dimulai dari istilah aqdun nikah/ uqdatun nikah/ yg sdh dibakukan mnjd bhs Indonesia akad nikah... definisi Istilah akad nikah ini adl saling mengikat janji untuk membentuk/ membangun pasangan kehidupan... scr bhs Aqada – yaqidu – aqdan/ uqdatan artinya ‘aahada= ikatan janji... An nikah dari nakaha –yankihu-nikahan, artinya zawwaja / tazawwaja= membentuk atau membangun pasangan kehidupan
Yg jd masalah siapa yang saling mengikat janji itu? Atau antara siapa dg siapa? Ngak bisa bhs,,, aqdun nikah mnrt bhs demikian sj artinya, bhs hanya mampu sprt itu,,, jd bkn lg wewenang bhs! Jd bhs blm jelas hy wadah antara siapa dg siapa? Bkn lg wilayah bhs, tp sdh masuk wilayah makna. Makanya kita cari ayat Alquran utk masuk wilayah makna ini.



katakanlah Surat Albaqarah ayat 221:
- walaa tankihuuu almusyrikaati hattaa yu’minna;
dan jgnlah kalian laki2 (yg ber-Iman) > apa yg br-Iman? Yg ber ‘aqdun bil qalbi wa iqraarun bi lisaani wa ‘amalun bil arkan/ yg isi hati ucapan dn tindakannya hy memenuhi ketentuan Allah di dlm Alquraan mengikuti teladan pola kehidupan Rasulullah nabi Muhammad/ utk mudahnya yg satunya hati pikiran ucapan dan perbuatan dg AQMSR? Atau lebih mentereng yg berpandangan dan sikap hidup dg AQMSR, yg mana pun bener, itu yg dimaksud org ber-Iman. Jd yg disuruh dlm ayat ini yaitu laki2 yg ber-Iman; “janganlah kalian membangun atau membentuk pasangan kehidupan dg wanita2 Musyrik, kecuali kalian bikin sama ber-Iman. Dilarang oleh Allah, tdk blh nikah beda agama, Allah dlm Alquran melarang pernikahan lintas Agama, jd hrs dilingkungan Agamanya masing2, itu klo utk bhs Indonesia pake istilah Agama! Tp klo Alquran gak ngomong Agama, dlm Alquran tdk mengenal istlh Agama tp bicara Iman. Jd nikah itu hrs sama se-Iman, sepandangan dn sikap hidup dg AQMSR. Kecuali bikin dulu wanita tadi menjadi ber-Iman, klo tidak bisa.....
- wa la amatun mu’minatun khayrun min musyrikatin walaw a’jabatkum;
sungguh amat yg ber-Iman, adlh pendamping pasangan hidup yg seindah2ny mnrt Allah banding wanita2 musyrik, walaupun si wanita musyrik ini, kecantikan wajahnya/ kemolekan tubuhnya mempesona kalian (laki2 ber-Iman)



walaa tunkihuu almusyrikiina hattaa yu’minuu;
skrg utk orang tua/wali ber-Iman, disini ada perubahan bentuk kata tadi walaa tankihuu > nakaha- yankihu (kpd laki2 ber-Iman), skrg walaa tunkihuu siapa yg dilarang? Yg dilarang org tua wali yg ber-Iman! Org tua/ wali dr anak gadis mu’minat. Knp org tua wali yg di larang? Sebab ini sdh berubah, sdh intiqali dhamir dr tsulatsi mujarrad kk3hp menjd ‘ala wazni af’ala yuf’ilu > ankaha yunkihu.... jd sebaliknya kalian org tua/wali mu’min/ yg ber-Iman jgn sekali2 menikahkn anak kalian (yg mu’minat) dg laki2 musyrik, kecuali kalian giring dulu calon menantumu menjadi sama se-Iman, klo tdk mampu
- wa la’abdun mu’minun khayrun min musyrikin walaw a’jabakum
sungguh laki2 mu’min namun status sosialnya budak, adlh benar2 pendamping hidup atau suami yg seindah2nya, banding laki2 musyrik walaupun ketampanan wajahnya kegagahan tubuhnya menambat hati kalian.
- Uwlaa-ika yad’uuna ilaa an-naar
Mrk adlah org2 yg akn menggiring kalian kedlm kehidupan Jahannam, bagaikn api si jago merah panas membara membakar musnah menghanguskan segenap kehidupan.
- Wa Allaahu yad’uu ilaa al-jannah
Allah akan mengundang rumah tangga yang dibangunnya, melalui akad nikahnya. Satu kehidupan rumah tangga Al–Jannah ...di dunia ini seperti yang telah diwujudkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad Baytii Jannatii . Kehidupan rumah tanggaku adalah surgaku didunia ini. Jadi di muka bumi ada AL–Jannah. Itu pernyataan Rasul.... Yaitu satu wujud kehidupan yang bagaikan taman merindang panen kebahagiaan dan kepuasan dengan ILMU ALLAH AQMSR-NYA



Bila anggota rumah tangga ini wafat ... pasti mendapat nilai mati Khusnul Khatimah. Kearah mendapat nilai kubur yang kemudian kepastiannya Wa fil Akhirati Hasanah. Jadi dengan demikian akad nikah adalah berdasar Alquran menurut contoh Sunah Rasul Nabi Muhammad.
Nikah itu Sunnahku ( Kata Rasulullah ) . Siapa yanng tidak mau melaksanakan Sunnahku Bukan umatku,
Yaitu perilaku hidup didalam rumah tangganya atau orang yang tidak mau mengikuti Sunnah Rasul tidak bisa dipertanggung jawabkan dihadapan kemanusiaan dan dihadapan Allah kelak itu yang dimaksud bukan umat ku.....
Jadi Berdasar ayat Quran dan hadist tadi maka akad nikah pengertiannya menjadi = Ikatan janji antara mu’min dan mu’minat oleh wali yang juga mu’min dihadapan minimal 2 saksi juga mu’minin dengan satu mahar saksi mati dan ucapan ijab kabul..... Untuk membentuk atau membangun kehidupan rumah tangga memenuhi perintah allah didalam Alquran mengikuti contoh pola teladan kehidupan Rasulullah Nabi Muhammad....



itulah pengertian akad nikah...... Sekarang apa dasar nikah?! Kedua calon mempelai...... Sebelum melakukan akad nikah sudah memiliki pandangan dan penilaian berdasar Ilmu Allah AQMSR bahwa kehidupan ini diciptakan oleh Allah dalam satu rancang bangun dan kepastian... Inna kulla syaun kholaqnahu min qadarin... Semua ujud ciptaan Allah ini diciptakan melalui satu blueprint lebih dahulu.....satu rancanng bangun dengan satu kepastian... Jadi sebelum akad nikah harus lebih dulu punya program. Jadi tidak langsung ketemu, langsung akad nikah ! enggalah.....
Selanjutnya penilaian yang lain dari dasar nikah ini....Inna kholaqna Qulla Syain jauzaini... Allah menciptakan apapun , berpasangan. Mengandung unsur positif dan negatif , terang gelap, laki-laki perempuan, hidup mati, sehat sakit , dst.. zawjayni.
Nah ini minimal punya pandangan tentang ini, dasar ini...... Bahwa kita pun dalam sosial budaya dalam berperadaban harus kesana...yaitu memenuhi sunah Rasul atas perintah Allah membentuk pasangan hidup.....Sebagai suami istri melalui akad nikah, istilah dasar nikah sederhana..... Jadi lebih dulu punya pandangan penilaian tentang pentingnya kehidupan rumah tangga untuk pasangan hidup.



Kemudian teknik nikah..... Nikah sendiri adalah teknik dalam arti pembinaan . Disamping pembinaan islam yang 5. Buniyal islam ‘alaa khamsin....syahadat- shalat – zakat – shaum – Hajj.....
Akad nikah salah satu pembinaan untuk menbangun penataan umah tangga ,,, Nabi menyatakan....Idza tazawwaja al abdu faqod istaf’ala hisfaddin.... Apabila seorang hamba Allah mu’min dan mu’minat melalui akad nikah membentuk kehidupan rumah tangga/ penataan hidup berumah tangga,,, sungguh mereka sudah menyelesaikan setengah dari Dinul Islam...
Jadi Al abdu dengan akad nikah menjadi Al-Baytu...Al Baytu mudah-mudahan seperti Bayt nabi, Bayt Jannah... Maka bertaqwalah kepada allah dalam melaksanakan 2 sisa nya yaitu al madinah dan al ummah.... Madinatul munawarah dan umamtan wahidatan....
Jadi penataan itu ada 4 :
- Al abdu
- Al baytu
- Al madinah
- Al umah
Pembinaan utama ada 5 syahadah, shalat , shaum , zakat , Hajj
Akad nikah salah satu pembinaan untuk menbangun penataan rumah tangga mu’min dan mu’minat... Berarti akad nikah peningkatan dari penataan individu ... artinya kedua mempelai... Sebelum akad nikah sudah menata diri dalam organisasi pribadi, memenuhi ketentuan ILMU ALLAH AQ MSR-NYA. Makan minum berpakaian segala-segala sudah berpedoman dengan ilmu Allah AQMSR begitu semestinya..... Ketemu lawan jenis sama setuju, cinta, melalui akad nikah membangun penataan hidup rumah tangga ...ada peningkatan makanya persyaratan untuk nikah harus bulugh / baligh... Baik secara anatomis Biologis maupun secara kesadaran berfikir........ jd itu teknik nikah,,, Yaitu islam binaun dan islam dinun...... Binaul Islam kearah dinul Islam.



Kemudian Tujuan nikah....
Apa Tujuan Nikah ?
Tidak lepas dari Al ihsan anta’buda-llaha ka-annaka taraahu fa-in lam takun taraahu fa-innahu yaraaka.... Hendaknya kalian dalam berumah tangga bertujuan senantiasa mengabdikan diri dalam penataan rumah tangga memenuhi ketentuan ilmu Allah.... Harmonis datang sendiri. Kalau tujuan rumah tangganya senantiasa mempertahankan kondisi memenuhi ketentuan ilmu Allah....Harmonisasi tentram aman damai sejahtera datang sendiri seperti pernyataan nabi yaitu Baytii Jannatii... dijamin rumah tangganya itu Barokallah fidunya wal akhirah..... Fidunya hasanah wafil akhirati hasanah.....
kemudian Management rumah tangga.
Apa managemen rumah tangga ??
Instruksi Allah.... Bukan faktor-faktor lingkungan yang mendorong mu’min mu’minat melakukan akad nikah, tetapi semata-mata merasa diperintah oleh Allah didalam Alquran untuk mengikuti contoh rumah tangga Rasulullah nabi Muhammad... Tidak boleh ada instruksi lain yang mendorong kalian melakukan akad nikah. Tapi semata-mata merasa diperintah oleh Allah....Otomatis takut terjerumus kedalam maksiat... Jadi memenuhi managemen Allah di dalam Alquran untuk mengikuti bentuk contoh kehidupan perilaku Rasulullah....
itu hal2 secara singkat ttg nikah :
- Dasar Nikah
- Teknik Nikah
- Tujuan nikah
- Kemudian Management nikah
Shg Kalau dijabarkan pada posisi kondisi hidup. Allahu Rabbi, Walquranu innami wa muhammadun nabiyi war rosulihi wal islamu dini . wal ka’batu kibali walmuslimun ikhwani... Tidak lepas tadi strukturalnya . Demikian dasar , teknik, tujuan dan managemen nikah.... Kemudian perlu dikemukakan, yaitu motivasi nikah. Apa Motivasi nikah ?
Nabi memberi :
- li jamaliha : fisik . Kecantikan wajah/ kemolekan tubuh atau ketampanan wajah/ kegagahan tubuh.
- li nasabiha : Status keturunan/ sosial
- li maaliha : status ekonomi, harta kekayaaan
- li-imaniha / li diniha : Rasulullah nabi muhammad berpesan hendaknya motivasi nikah kalian adalah yang ke 4 . li-imaniha / li diniha....
Demi Iman Demi Dinul Islam
Jikalau motivasi nikah ini demikian yaitu demi dinul Islam/ demi Iman terjamin oleh Allah barokallahu fiddunya wal akhirat.....



Kemudian apa saja fungsi rumah tangga yang dihasilkan/ dicapai melalui akad nikah?
- Fungsikan rumah tangga hasil akad nikah sebagai lembaga famili yaitu lembaga alih generasi yang mu’min dan shalih mu’minat dan shalihat.
- Fungsikan rumah tangga ini sbg baytun qurata a’yun.... rumah tangga sebagai lembaga hiburan pelipur lara/ penawar isi dada dikala duka , pendingin hati dikala sedih, penyejuk kalbu diwaktu rindu.
- Fungsi rumah tangga sebagai lembaga hukum
Jadikan rumah tangga ini walaupun lingkupnya kecil, berbuat kehidupan untuk mewujudkan hukum objektif dari Allah melalui pembinaan shalat khususnya. Menjadi alternatif subjektif.
utk mewujudkan hukum yang positif sehingga dalam ruang rumah tangga ini,
wilayahnya itu tercipta kedamaian , keadilan , ketentraman , dan kesejahteraan...
- Kemudian fungsikan juga rumah tangga ini yg bisa sebagai lembaga santunan, lebih dahulu lembaga ekonomi, yaitu rumah tangga yg di bamngun harus balance seimbang antara pendapatan dengan pengeluaran. Malahan harus ada cadangan untuk santunan kearah sosial.
- Fungsikan pula rumah tangga sebagai lembaga kesehatan....yaitu shihhatul qalbi, shihatul aqli, shihatul jasad .
Faktor shihhat itu meliputi sehat tanggapan hati, sehat alam pikiran dan sehat jasmani.
Fungsikan rumah tangga kalian menjadi pusat kesehatan lingkungan.
- Yang terakhir fungsikan rumah tangga ini sebagai lembaga pendidikan.
Nah ini yang terpenting kalau rumah tangga yang bangun ini fungsikan segera... menjadi lembaga pendidikan AQMSR,,, Cemerlangkanlah kehidupan rumah tangga ini dengan study Alquran dan perlakuan shalat... baik utamanya shalat 5 waktu maupun shalat-shalat yang lainnya.
Apabila rumah tangga ini sudah berfungsi sebagai lembaga rumah tangga pendidikan maka silahkan studylah AQ.... Jikalau Alquran ini bagaikan makanan penguat hidup kita, santaplah sekenyang-kenyangnya di meja study. Apabila Alquran ini ibarat minuman penyegar kehidupan, reguklah sehingga menyegarkan hidup kita.



Dengan memfungsikan rumah tangga spt tsb, maka kita bisa mengambil pedoman kehidupan tentang apa dan betapa akad nikah......yang membangun rumah tangga seluas-luasnya langsung dari AQ... Dan dijadikan kajian untuk bekal berumah tangga kita.
Jadi kesimpulannya ......... Rumah tangga yang dibangun itu harus benar-benar Sakinah mawadah warahmah... Rumah tangga Al-jannah... Rumah tangga yang hasanah fiddunya hasanah fil akhirat.
Silahkan layarkan bahtera rumah tangga ini, disamudera kehidupan ini, jadilah suami bagaikan nakhoda dalam bahtera itu sedangkan istri penaka mu’alim. Kendalikan kemudi, arahkan tujuan hadapi gelombang dan badai kehidupan ini, capailah pantai cita di nusa harapan dalam benua IMAN, kompas perjalanannya hanya ‘ILMU Allah AQMSR... In Syaa Allah rumah tangga kita akan memenuhi rumah tangga yg di bangun oleh Rasulullah nabi Muhammad



 bagi yg sudah terlanjur menikahi yg tak sepandangan dan setujuan AMSR masih diperintah untuk jaddiduu imaanakum wa jaddiduu nikahakum..kalau gak bisa juga diperbaiki, bagaimana mas..?


berarti bangunan rmh tangga yg tdk berdasar Ilmu-NYA, bs dikatakn hy sebatas legitimasi kumpul k****u! (ma'af klo terlalu kasar).
bs tercapai tujuan klo tdk sehaluan, klo tdk seP+SH?
klo sdh terlanjur tdk bs diperbaiki, berarti rmh tangga yg dibangunny hy ajang penyaluran hasrat biologis sj! hy legal dan legitimated, banding berbuat zina dr sdt pandang manusia sj! Bgmn dr sdt pandang Allah?
tinggal bertanya:"ahabba ilaikum minallahi wa rasulihi wa jihadin fi sabilihi (Qs: 9;24)?!





  • Velove Margaretha Muhammad Yusuf...اَنْکَحْتُكَ وَ زَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ بِنْتِيْ …. عَلَی الْمَهْرِ …(Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti …. alal Mahri ….) jawab : قَبِلْتُ نِکَاحَهَا وَ تَزْوِيْجَهَا عَلَي الْمَهْرِ الْمَذْکُوْرِ وَ رَِضِْیتُ بِهِ وَ اللهُ وَلِيُّ التَّوْفِیْقِ



  • Velove Margaretha ‎(Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq)......tlng makna menurut AQMSRnya dunk...???



  • Muhammad Yusuf klo redaksi yg sy tau:
    wahai.... Sy nikahkn anda yaitu sy pasangkn anda dlm kehidupan ini dg .... Berdasar yg Allah perintahkn didlm AQMSR-NYA. utk membangun satu kehidupan rumah tangga yg diundangkn memenuhi dinul-Islam di dlm satu peredaran menuju perujudan terkhir. dg mahar sedemikian!
    bandingkn dg redaksi ijab kabul dr kua depag... mana sakral nya, gak bawa Allah, gak bw AQ gak bw sunnah Rasul gak bw Islam! Msh mending mana dg org nasrani?

    1 Februari pukul 10:36 melalui seluler · · 1



  • Muhammad Yusuf yg pas mnrt sunnah Rasul nabi Muhammad : "yaa 'aliy uzawwijuka wa ankahtuka ibnatiy fatimah azzahra bimaa amarallahu bihi bi imsakin bi ma'rufin au tashliihin bi ihsaanin ilaa yaumid diin bi mahrin bikadza!"...
    1 Februari pukul 10:46 melalui seluler · · 2





  • Muhammad Yusuf kira2 maknany spt yg ditulis sblmny dg jawaban: "sy terima nikahnya yaitu menjadi pasangan kehidupannya .... berdasar yg Allah perintahkn d dlm AQMSR-NYA, utk membentuk satu kehidupn RT yg diundangkn memenuhi dinul-Islam dlm satu peredaran kehidupn mencapai tujuan terakhir dg mahar sedemikian!"..

    bs dijdkn rujukn s. Al-Mumtahanah ayat 10: “wahai kalian yg tlh menyatakan mau serta siap menjadi pembela pejuang dn pelaksana ‘ILMU Allah AQMSR-NYA, apabila para wanita yg ber-Iman mendatangi kalian sbg muhaajirat (para wanita yg berpindah kehidupan memenuhi AQMSR-NYA) maka hendaknya kalian menguji IMAN mrk. Allah jualah atas pilihan AQMSR-NYA, yg lbh meng”Ilmui thdp IMAN mrk. Maka jika kalian tlh mengetahui bhw mrk itu para wanita ber-Iman, jgnlh kalian mengembalikan mrk kpd org2 kufur. Wanita yg ber-Iman itu tdk halal bg laki2 kafir dn para kafir itupun tdk halal utk wanita yg ber-Iman (bgt pula para mu-min tdk halal utk perempuan kafir dn perempuan kafir tdk halal bg laki2 mu-min). Seiring itu bayarknlh olh kalian kpd mrk yg kufur itu mahar yg mereka tlh keluarkn. Seterusnya, bknlh suatu pelanggaran hukum olh kalian apabila kalian menikahi mu-minat yg berhijrah itu jk kalian memberinya mahar. DAN JANGANLAH KALIAN TETAP BERPEGANG MEMPERTAHANKAN TALI PERKAWINAN KALIAN DGN PEREMPUAN KAFIR, DN HENDAKNYA KALIAN MEMINTA MAHAR YG TLH KALIAN BAYAR, sebaliknya mrk laki2 kafir pun hendaknya menuntut mahar yg sdh mrk bayarkan, bgtlh hukum Allah yg DIA tlh putuskn diantara kalian. Dan Allah atas pilihan AQMSR-NYA, adalah pembina tanggapan ‘ILMIAH lg pembbangun norma kehidupan tiada banding”. (QS: 60;10 madaniyyah).


    Cm kita hrs ketahui dulu, kita ini ada pd ruang dan waktu yg mana, jk di tolak ukur berdasar sunnah rasul nabi Muhammad? Sdhkh kita dlm kehidupan ini menyesuaikan jadwal kehidupan kita sesuai jadwal dr Allah dg AQMSR-NYA? Sdhkah AQMSR ini dijadikn pasangan yg utama dn pertama dlm kehidupan kita? Hakikat bayt yg sesungguhnya adlh wadah/ lembaga/ organisasi kehidupan berdasar AQMSR-NYA.
    Satu cth dl hub dg sunnah rasul Nuh “..... wa liman dakhala baitiya mu-minan....” klo bayut dlm ayat ini dipahami sbg ujud bangunan rumah scr fisik/ rumah tangga nabi Nuh, maka istri dn anaknya malah sdh lebih dulu masuk dn tinggal didlmny... tp bayt disini adl satu organisasi/ lembaga yg angota2nya para pendukung sunnah Nuh, klo berdasar hadits bayt ini diistilahkan= safinatun.... dimana dlm ruang waktu sami’na nabi Nuh msh memberi toleransi kpd istri dn anaknya, tp ketika sa’ah tegak/ existensi ‘ILMU Allah sdh menjelma dlm kenyataan, maka sdh tdk ada lg kata kompromi, artinya hrs konsekwen trhdp pernyataan Imannya!
    Jd suami><istri, orgtua><anak yg seP+SH bersama para mu-min melikwidir diri dlm bayt tsb mnjd saudara se-Iman... dilembaga itu hrs dibuktikan pernyataan IMAN nya, bersama yg se-Iman bkn dg yg tdk se-Iman. bisa dibuktikan dlm surat alFath 29...

    u/ bhn kajian bg para calon mu'min n mu'minat, bgmn ketika qt mengambil satu pelajaran dr kenyataan sejarah, dimana istri/suami yg negatif thdp jlnx da'wah kitabullah wa sunnaturrasul, katakan lah ambil ct bgm nabi Luth thdp istriny yg kafir jg nabi Nuh thdp istrinya yg kafir, sebaliknya istri fir'aun thdp suamix silahkn di buka dan di kaji kembali surat ke 66 attahrim terutama ayat 10-11, silahkn di maknai mas, kang, mba... atau ada tambahan dr yg lainx... silahkan.. Syukran lakum!!