Kamis, 04 Agustus 2011

FAKTOR PERGESERAN ( DISTORSI ) IMAN ( EKSTERNAL )

Unsur Bani Israil dan Yahudi sebagai Faktor Extern







Perkawinan Nabi Ibrahim dengan Sarah, berdomisili di Palestina, melahirkan Nabi Ishaq, hasil perkawinan Nabi Ishaq dengan seorang wanita Babilon melahirkan Nabi Yakub.





Nabi Yakub melahirkan 12 anak diantaranya terkena dengan nama Israil, Yahuda, Imran dan Nabi Yusuf yang akhirnya berdomisili di Mesir.





Dari itu maka istilah Bani Israil dan Yahudi, dilihat dari sudut keturunan, adalah suku bangsa yang berumpun kepada keturunan Nabi Yakub. Suku bangsa Bani Israil dan Yahudi adalah rumpun bangsa yang lahir dan dibesarkan dalam udara Fir’aunisme di Mesir, sepeninggalan Nabi Yusuf as.





Sunnah Yusuf adalah salah satu dari kelanjutan sunnah Ibrahim yang berhasil membentuk pandangan rakyat Mesir dikala itu (± abad ke-19 SM) dengan satu ajaran as Rasul, dimana Nabi Yakub sekeluarga ikut memboyong ke Mesir.







Selanjutnya sepeninggalan Nabi Yakub dan Yusuf. Akhirnya semenjak Fir’un dinasti Ramses II, sebagai akibat dari perang Hykos, Bani Israil, Yahudi, dsb. Digusur dan diperbudak di Mesir.





Politik, sebagai panglima kebudayaan Fir’aun, menghasilkan “Tauchid Achnatun”, sebagai hasil akulturasi proses kebudayaan Firaunisme dan Indo-Babilon-Asyria, dipihak lain sebagai bukti penyelewengan Nur ms Rasul Yusuf.





Sunnah Musa, adalah “Sunnah turunan” Nabi Yakub melalui keluarga Imran (± abad ke-12 SM), dengan tingkat persiapan dan pembinaan Iman di Mesir, yaitu masa pembebasan diri dari perbudakan Fir’aun, akhirnya Nabi Musa berhasil membebaskan Bani Israil dan Yahudi dan menatakan Iman sebagai kenyataan hidup Nur ms Rasul di Palestina.





Sepeninggalan Nabi Musa dan Nabi Harun maka muncul Musa Samiri yang melakukan aduk-adukan Taurat ms Musa sehingga pada abad ke-11 SM menjadi makanan empuk peradaban Kreta dari bangsa Filistin dengan rajanya Jalut.





Sunnah Daud dan Sulaiman, merupakan kebangkitan kembali sunnah turunan Nabi Yakub, yaitu Zabur ms Daud yang membebaskan Bani Israil dan Yahudi dari perbudakan Jalut (bangsa Filistin). Dengan kemenangan Zabur ms Daud maka Bani Israil dan Yahudi kembali berhasil menguasai permukaan bumi Kan’an yang berpusat di Palestina dipergerakan pada abad ke-10 SM, yang dilanjutkan dengan sunnah Sulaiman.





Sepeninggalan beliau terjadi lagi aduk-adukan Nur-dz ms sy yang akhirnya membikin Bani Israil dan Yahudi dihancurkan oleh bangsa Asyria (Tiglat Pelasar) dan bangsa Babilonia (Nebukadnezar) sehingga menjadi tawanan selama 100 tahun lebih di Babilonia.





Hal mana oleh Surat 017 Bani Israil ayat 2-8 dengan singkat menggambarkan demikian :



















Wa aatainaa muusal kitaaba wa ja'alnaa-hu hudal li banii israa-iila allaa tatta-khidzuu min duunii wakiilaa





Artinya :





2. “Dan Kami telah datangkan kitab Taurat ms Musa, yakni Kami bikin yang demikian menjadi pedoman hidup bagi Bani Israil : “Agar kalian jangan membikin selain Taurat ms Rasul-ku ini menjadi pemberi pimpinan hidup satu-satunya”.





2. Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,















Dzurriyyata man hamalnaa ma'a nuuhin innahuu kaana 'abdan syakuuraa





Artinya :





3. “Menjadi (Bani Israil) turunan dari yang Kami telah selamatkan bersama sunnah Rasul Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh dengan sunnah Rasulnya) adalah abdi kehidupan sesyukur-syukurnya”.





3. (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.



















Wa qadhainaa ilaa banii israa-iila fil kitaabi la tufsidunna fil ardhi marrataini wa la ta'lunna 'uluwwan kabiiraa





Artinya :





4. “Dan Kami, berdasar isi Taurat ms Musa, telah pastikan kepada Bani Israil : “Kalian benar-benar merusak kehidupan dipermukaan bumi ini menjadi dua muka, sehingga dengan itu kalian sungguh berlagak tinggi setinggi-tingginya lagi gede segede-gedenya”.





4. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."



















Fa idzaa jaa-a wa'du uulaahumaa ba-'atsnaa 'alaikum 'ibaadal lanaa ulii ba'sin syadiidin fa jaasuu khilaalad diyaari wa kaana wa'dam maf uulaa





Artinya :





5.“Seterusnya tatkala janji (ketentuan) pertama yang dua muka itu telah tiba, “Kami bangkitkan atas kalian satu abdi kehidupan sosial yang, menurut Kami, mempunyai keganasan luar biasa”, hardik Allah kepada Bani Israil selanjutnya, “Maka mereka itu mengonarkan segala segi kehidupan berumah tangga, dan itulah ketentuan yang diperlakukannya”.





5. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.



















Tsumma radadnaa lakumul karrata 'alai-him wa amdadnaakum bi amwaaliw wa baniina wa ja'alnaakum aktsara nafiiraa





Artinya :





6.“Selanjutnya, “Kami kembalikan bagi kalian kemerdekaan atas mereka (yang demikian ganas itu) Kami limpahkan bagi kalian harta benda dan turunan, ialah Kami bikin kalian itu menjadi berpuak-puak demikian banyaknya”.





6. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.























In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa'tum fa lahaa fa idzaa jaa-a wa'dul aakhirati li yasuu-uu wujuuhakum wa li yadkhulul masjida kamaa dakhaluuhu awwala marratiw wa li yutabbiruu maa 'alau tatbiiraa



Artinya:









7. "Jikalau kalian berlaku ihsan niscaya kalian berlaku ihsan itu adalah untuk kalian sendiri, (tegas Allah kepada Bani Israil). "Sebaliknya, jika kalian bertujuan jahat dengan pilihan aduk-adukan Nur-dzulumat ms syayathin apapun maka begitulah pula", hingga tatkala ketentuan terakhir telah tiba, "Supaya mereka (yang demikian ganas itu) mengonarkan pandangan hidup kalian, yakni agar mereka itu menggusur masjid satu pembinaan Iman sebenarnya menjadi gereja (tempat pemujaan Iman percaya)", seperti halnya mereka itu menggusur pada kali pertama, "Agar mereka itu menghacurkan (aduk-adukan Nur-dz ms sy apapun) yang kalian berlagak tinggi itu menjadi sehancur-hancurnya".





7. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.






















'Asaa rabbukum ay yarhamakum wa in 'uttum 'udnaa wa ja'alnaa jahannama lil kaafiriina hashiiraa.





Artinya :







8. "Kiranya pembimbing kalian, dengan Nur ms Rasul-Nya, akan mengurniakan kalian satu kehidupan saling kasih sayang menurut sunah Rasul-Nya (tandas Allah dengan dakwah al-Qur'an ms Rasul-Nya kepada Bani Israil) "Tetapi jika kalian kembali aduk-adukan Nur dz ms sy apapun niscaya kami menimpa kalian". Yakni Kami bikin jahannam bagi yang dengan pilihan dz ms sy apapun bersikap negative terhadap pembuktian Ilmiah al-qur'an ms rasul kami ini menjadi semacam penjara".





8. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat (Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.





Sepeninggalan Nabi Daud dan nabi Sulaiman, Bani Israil dan Yahudi, pecah belah, wilayah utara menjadi Yudea dan didominir oleh Yahudi , bagian selatan menjadi Israilia dan didominir oleh Bani Israil.





Raja Asyria, Sargon II, dalam tahun 722 SM menaklukan wilayah Israilia, Bani Israil ditawan dan diangkut ke Babilon.





Akhirnya setelah bangsa Asyria ditaklukan oleh bangsa Babilon maka Bani Israil bagaikan piala bergilir pindah tangan menjadi tawanan bangsa Babilonia, maka Nebukadnezar menaklukan Yudea dalam tahun 597 SM dan Yahudi di tawan dan diangkut ke Babilon pula.





Dari pembuktian surat Bani Israil ayat 2 - 8 diatas, terutama ayat 7, membuktikan bahwa "hidup aduk-adukan nur dz ms sy adalah makanan empuk dari kekuatan dz ms sy, sebaliknya dzulumat ms sy hanyalah bayangan yang berhadapan dengan kenyataan Nur ms Rasul".





Dari itu maka Taabuut yang berisi ketentuan-ketentuan dari sisa-sisa peninggalan sunnah Musa dan Harun yang hampir semodel dengan ajaran fikih, tauhid, akhlaq dan tasauf, tidak mungkin menang terhadap Jalut, hanya Zabur ms Daud-lah yang mampu mengalahkan Jalut.





Setelah wilayah Israil dicaplok oleh Sargon II, demi kepentingan politik dan guna menyesuaikan diri dengan penguasa yang sekufur-kufurnya, maka raja Josiah dari Yudea mereformasikan "Sisa-sisa peninggalan nabi Musa dan Harun", terdiri dari dokumen J (Jenoyah) dam dokumen E (Elohim), menjadi satu dokumen D (lima kitab yang memberi hukum = Pautateuh), yaitu lima kitab bagian permulaan, menjadi satu kitab suci yang terkenal kitab perjanjian lama.





Pada tahun 560 SM bangsa Babilonia dikalahkan oleh bangsa Persia lama dibawah pimpinan raja Cyrus yang dilanjutkan oleh Cambyses, Bani Israil dan Yahudi dibebaskan dari tawanan di Babilonia dan diperbolehkan pulang untuk membangun kembali Palestina.





Sebagai hasil studi selama 100 tahun lebih di Babilonia surat al Baqarah ayat 102 menjelaskan demikian :







































Wat taba'uu maa tatlusy syayaathiinu 'alaa mulki sulaimaana wa maa kafara sulaimaanu walaakinnasy syayaathiina kafaruu yu'allimuunan naasas sihra wa maa unzila 'alal malakaini bi baabila haaruta wa maaruuta wa maa yu'allimaani min ahadin hatta yaquulaa innamaa nahnu fitnatun fa laa takfur fa yata'allamuuna minhumaa maayufarriquuna bihii bainal mar-i wa zaujuhii wa maa hum bi idznillahi wa yata'allamuuna maa yadhuruhum wa laa yanfa'uhum wa laqad 'alimuu la manisy taraahu maa lahuu fil aakhirati min khalaaqiw wa la bi'sa maa syarau bihii anfusahum lau kaanuu ya'lamuun.





Artinya :





102. "yakni mereka mengikuti motivasi studi syayathin (yang menumpang tindihkan Nur dz) atas kekuasaan sunah Sulaiman ( yang bernilai Nur dan dz dari Zabur ms Daud). Bukanlah sunnah Sulaiman yang merusak kehidupan tetapi sunnah Syayathinlah yang merusak kehidupan, mereka mengajar manusia satu sulap aduk – adukan Nur – Dz ms sy, yaitu apa yang telah diturunkan atas hasil karya pujangga Babilon berupa Harut dan Marut, keduanya tidak mengajar seseorang hingga memberikan satu komentar : "Sebenarnya kita ini adalah pendukung ajaran yang tidak berujung tidak berpangkal (fitnah). Maka kalian jangan mengengkarinya !". Selanjutnya dari keduanya itulah mereka mempelajari apa yang dengannya mereka memecah belah kehidupan sesama manusia dan setiap kesatuan hidupnya. Yaitu dengan mana mereka bukanlah yang memelaratkan seseorang kecuali dengan perkenan Allah menurut pembuktian sunnah Rasul-Nya. Yakni mereka mempelajari apa yang memelaratkan hidupnya, yaitu yang tidak dapat mengantarkan hidupnya mencapai satu tujuan terakhir. Padahal sungguh mereka sudah mengetahui, siapa sebenarnya yang membongkar pasang ajaran Allah ms Rasul-Nya menjadi rongsokan aduk-adukan Nur dz ms sy, bagi yang demikian bukanlah perancang kehidupan yang bisa mencapai satu tujuan terakhir. Maka sungguh sejahat-jahat sesuatu adalah dirinya yang cenderung membongkar pasang pembuktian-pembuktian Allah ms Rasul-Nya (menjadi rongsokan aduk-adukan Nur dz ms sy), andaikata mereka memiliki ilmu yang demikian bernilai agung".





102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.





Bani Israil dan Yahudi yang pulang kembali ke Palestina dibawah pimpinan Ezra dan Nehemiah adalah golongan yang fanatik membabi buta ingin membangun satu masyarakat Yahudi secara konsekuen menurut kitab Perjanjian Lama.





Dari golongan inilah kelak lahir gerakan Zionisme, yaitu gerakan yang fanatik dan ingin membangun satu masyarakat Yahudi menurut wahyu yang diterima di bukit Zion.





Untuk itulah Ezra dan Nehemiah melakukan satu fusi atau unifikasi terakhir (tahun 444 SM) dengan menambahkan dokumen P (kumpulan catatan yang dibuat dan bersudut subyektif pendeta) kedalam dokumen D ( Deutoronomy / Peutateuh) menjadi 5 kitab bagian pertama Perjanjian Lama (kitab kejadian, kitab keluaran, kitab Imamat orang lewi, kitab ulangan, dan kitab bilangan) yang dipopulerkan sebagai buah tangan nabi Musa sendiri.





Sebaliknya Bani Israil dan Yahudi yang sudah mengenyam alam pikiran Yunani, mereka menganggap bahwa Kitab Perjanjian Lama harus di tafsirkan memenuhi kepentingan masyarakat yang sudah berubah, hasilnya lahirlah Ilmu Pengetahuan Barat yang Naturalisme dan Idealisme.





Perguruan-perguruan tinggi seperti Sarbone, Oxford, Havard, dsb adalah kelanjutan dari Talamudisme.





Golongan Bani Israil dan Yahudi yang demikian tidak mau pulang ke Palestina dan menyelinap didalam berbagai bangsa sehingga mewarnai kebudayaan dan kehidupan bangsa-bangsa di dunia ini.





Dari itu maka mereka disebut Diaspora, semakna dengan Hoakiauu / Cina perantauan, mereka kelak menjadi Amerika Serikat, British, Jerman, Perancis, Belanda, Belgi, Spanyol, Portugis, Swiss, Rusia, Polandia, Norwegia, Yugoslavia, Bulgaria, dsb.





Fusi / Unifikasi terakhir dibawah pimpinan Ezra dan Nehemiah sepulangnya dari Babilonia, menjadi kitab Perjanjian Lama adalah merupakan aduk-adukan dari unsur-unsur Fir'unisme, Asyria, Namruz-isme dari Babilonia.





Sebaliknya Diaspora adalah maling Ilmu Allah bermerk palsu alam pikiran Yunani.





Munculnya Yunani dalam abad ke-5 SM, yang berasal dari suku bangsa Arya yang menyerbu ke pulau-pulau diteluk Aegen pada zaman nabi Musa menghijrahkan Bani Israil dari Mesir pulang ke Palestina, adalah pengaruh dari kebangkitan Taurat ms Musa dan Zabur ms Daud.





Jadi alam pikiran Yunani yang terdiri dari Naturalisme adalah hasil penyelewengan Nur ms Rasul (Taurat ms Musa dan Zabur ms Daud) menjadi aduk-adukan Nur dz ms sy.









Yahudi dan Bani Israil adalah mahluk Allah yang dikuruniai kemampuan lebih hebat dibanding dengan yang lainnya oleh karena Allah terus menerus menurunkan Ilmu ms Rasul-Nya didalam pangkuan mereka selama 2000 tahun.





Dan seiring dengan itu mereka juga mendapat kehormatan menjadi piala bergilir dalam Musabaqah atau pertandingan politik antara kebudayaan / peradaban sungai Nil dan sungai el-Furat dan Tigris, Yahudi dalam perjalanan sejarah menjadi pemegang pos pemindahan kebudayaan dari dan atau untuk bangsa-bangsa dipanggung peradaban.





Mereka bekerja dengan dua Idea yang bukan saja telah menyelamatkan diri dari kemusnahan kebangsaannya tetapi adalah terus menerus mempengaruhi dunia barat sekarang ini.





Idea Pertama adalah pengundang-undangan sebagian dari kitab sucinya, sehingga menghadiahkan kepada dunia kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.





Idea yang kedua ialah penyelubungan idea-idea yang berbau Yahudi untuk diexport, ini telah memberikan kepada dunia pertama-tama agama kristen, selanjutnya Islamisme.





Demikianlah strategi dan taktik sosio anthropologi atau anthroposentris Yahudi dan Bani Israil yang dikatakan oleh Max I Dimont dalam bukunya The Indestructible Jews memiliki tiga tahap perjalanan yakni tahap I sejak nabi Ibrahim s.d. nabi Isa, 2000 tahun pertama pertama dimana Bani Israil dan Yahudi berpencar kesepenjuru dunia bagaikan bola-bola api,





tahapan II sejak nabi Isa s /d Ben Gurion (perdana menteri I Israil – 1948) sebagai 2000 tahun kedua dimana Bani Israil dan Yahudi berhasil menghimpun kekuatannya menjadi satu kekuatan dunia dan terakhir





tahapan III dari Ben Gurion s / d. masa yang akan datang, Yahudi akan menyelesaikan tugas akhirnya yaitu menjadi pemimpin umat manusia dipermukaan bumi ini.







Naturalisme Yunani dengan Makro Atomisme nya melahirkan Imperium Romawi yang imperalisme dan kapitalistis dengan gagasan dasarnya individualisme yang mengujud menjadi filsafat liberalisme.





Mikro Atomisme yang menjadi landasan filsafat kolektivisme dan melalui Alexander The Great (abad ke-3 SM) menghadiahkan kolektivisme untuk tumbuhnya Persia Baru yang kolektiv-imperialis sebagai Blok Timur yang berhadapan dengan Imperium Romawi sebagai Blok Barat.





Sepeninggalan Alexander The Great Imperium Greek pecah belah menjadi dibawah kekuasaan masing-masing jenderalnya.





Mesir dan seluruh daerah Palestina dikuasai oleh Jenderal Ptolomeus, Persia sampai dengan daerah-daerah sekitar Furai dan Tigris dikuasai oleh Jenderal Sulucus dan daerah Yunani dikuasai oleh Jenderal Antigonus.





Bani Israil dan Yahudi berpecah belah dan saling pinjam tangan jenderal-jenderal Alexander The Great untuk menghancurkan musuh sesamanya.





Malah ada yang meminjam jenderal Pompeye dari Romawi sehingga semenjak tahun 67 SM seluruh wilayah Israil dan Yudea jatuh ketangan imperius Romawi.





Dikala itu setiap manusia dihadapkan kepada pilihan antara Individualisme....kolektivisme Persia (Blok Timur) dengan kenyataan bahwa keduanya adalah sama-sama penjajah yang membikin massal manusia menjadi miskin papa.





Dimana aduk-adukan Nur dz ms sy adalah bukan obat kecuali hanya semacam obat penenang belaka.









Maka dalam suasana yang demikian nabi Isa as, dengan dakwah Injil ms Rasul mengajukan alternatif Kaljasadi berdasar iman pandangan dan sikap hidup.









Akhirnya Injil ms Isa memenangkan kehidupan, dibuktikan dengan hancurnya Imperius Romawi dibawah pimpinan Raja Nero dan Imperium Greek dibawah pimpinan jenderal-jenderal Alexander The Great.









Bani Israil dan Yahudi membuktikan kebenaran surat 036 yaasiin ayat 14,






















Idz arsalnaa ilaihimuts naini fa kadz-dzabuuhumaa fa 'azzaznaa bi tsaalitsin fa qaaluu innaa ilaikum mursaluun.





Artinya :







14. "Setiap kali para Rasul tampil membawa misi sidua satu ( Nur dan dz ms Rasul) maka setiap kali pula mereka melancarkannya menjadi model ketiga ( aduk-adukan Nur-dz ms syayathin).









14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".





Demikian pula terhadap Injil ms Isa, maka dibawah bayonet imperium Romawi sebagai tukang pukul alam pikiran Yunani yang bertujuan imperalisme, Yahudi dibawah pimpinan rabbi Yochanan dan Zakkai, sepeninggalan nabi Isa mengaduk-adukan Injil ms Isa dan puntung-puntung Majusi, Romawi dari alam pikiran Yunani menjadi kitab Perjanjian Lama ( Old testament) atas hak cipta anak Maryam, anak Allah, dan buku tersebut dapat kita baca sekarang dalam bahasa Indonesia dengan judul Al kitab.





Pada mulanya semua orang kristen adalah Yahudi, dan agama kristen sebagai satu sekte Yahudi agak berbeda dengan kebanyakan sekte yang lain.





Perpecahan antara orang Yahudi dan orang kristen terjadi setelah agama kristen menjalar kepada orang-orang yang bukan Yahudi dan menjadi agama dunia.





Pekerjaan ini adalah satu karya seorang Yahudi yang lain lagi, pembangun yang nyata dari gereja kristen, namanya adalah Saul of Tarsus atau Paul.





Dia telah membikin tentang Yesus seperti Talmud telah membikin terhadap Taurat ms Musa, satu penafsiran sendiri dari satu pedoman hidup.





Paul menggusur pengikut-pengikut Injil ms nabi Isa yang lemah imannya dan mentranformasikan mereka kedalam satu gereja yang bersifat militan.





Akhirnya agama kristen menjadi satu gerakan Internasional yang diperhitungkan oleh kerajaan Romawi.





Dogma kristen menjadi satu teologi ( sebangsa tauhid) yang dipengaruhi oleh tulisan-tulisan filsuf Yahudi yang bernama Philo yang mensintesekan Old testamen dengan karya-karya Plato.









Untuk melanjutkan missi Yahudi maka pada akhir abad pertama Rabbi Yoshuman dan zakkai mendirikan Yoshiva yang pertama yaitu akademi pelajaran Yahudi di kota Jabneh, sebelah utara kota Yerussalem.









Alam pikiran Yunani adalah landasan hidup Imperium Romawi.





Mengaduk-adukan alam pikiran Yunani menjadi rujak agama Yahudi berarti merusak imperium Romawi.





Dari itu maka Titus terpaksa mengerahkan 80.000 tentara untuk mengepung Yahudi di Yerussalem yang dipertahankan oleh tidak lebih dari 23.400 tentara Yahudi.





Akhirnya Yerussalem dihancurkan dan Yahudi kembali bergentayangan.





Orang-orang Arab adalah penghuni padang pasir, orang-orang Quraisy bertempat tinggal disepanjang daerah tepi pantai, dimana mereka membangun perkampungan dagang pada ujung route perjalanan kafilah.





Kemarilah orang-orang badawi datang untuk membeli barang-barang mewah, merampok dengan kafilah onta, guna menutupi kebutuhan hidup.





Tetapi setelah kedatangan Yahudi maka perdagangan dan industri mulai ramai, kota demi kota berkembang, dan seni pun tumbuh subur.





Mengalirnya Yahudi ke jazirah Arab mulai setelah tahun 70 M hingga abad ke-5 dan ke-6 M.









Dengan perasaan terima kasih atas perlindungan yang telah diberikan kepada mereka, Yahudi menggabungkan diri dengan Arab dalam mengalahkan penyerbuan-penyerbuan tentara kristen.









Sungguhpun agama kristen tidak diperkenankan masuk tapi faham Yahudi masuk merayap, bukan dengan pedang melainkan dengan percontohan dari tingkah laku orang Yahudi, orang - orang Arab menyebut orang Yahudi "ahli kitab", Yahudi dan Arab hidup berdampingan secara damai.









Semenjak penghancuran Yerussalem sepenjuru bagian arab utara sudah masuk kristen berarti sudah berorientasi old testamen versi Yunani.









Demikian pula sepenjuru timur laut Arab sudah berorientasi old testatement versi Yunani.









Mesir sebagai salah satu provinsi Romawi juga sudah berorientasi old testamen, ditambah lagi dengan instruksi Heraklo pada permulaan abad ke-6 M kepada Najasi untuk mengkristenkan Arab dan menggiring Arab untuk menjadi ondel-ondel Romawi ( blok barat), hasilnya sepenjuru pantai barat Arab dan Yaman ( bagian selatan Arab) sudah berorientasi old testamen versi Yunani.









Sedang Yahudi sendiri menyerbu ketengah jantung dan menjaring sepenjuru kehidupan Arab jahiliyah, berarti sepenjuru Arab jahiliyah sudah berorientasi old testamen versi Yahudi.









Golongan intelektual hingga abad ke-6 M menjelang nabi Muhammad tampil dengan missi al-Qur'an ms Rasul, mereka sudah menjadi Ashabul Kahfi Plato, yang memperoleh Ilmu Teori Gua Plato.









Dengan demikian maka golongan intelektual Arab jahiliyah yang sudah berorientasi old testamen versi Yahudi adalah divisi kelima atau pangkalan asing Yahudi untuk membom dari dalam al-Qur'an ms Rasul hingga menjadi aduk-adukan Nur dz ms sy.









Dengan demikian maka al-Qur'an ms Rasul belum turun tetapi artinya / tafsirnya sudah lebih dulu dibuat dan diajarkan oleh Yahudi kepada orang-orang Arab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar