Kamis, 22 September 2011

KREDO ( KEPERCAYAAN ) UMMAT ISLAM

untitled
Hampir semua pakar agama, ketika bicara tentang iman, selalu mengacu kepada kesepakatan umum (konsensus) ulama, yang mengatakan bahwa iman adalah percaya atau kepercayaan.
Acuan dari ‘kesepakatan’ itu sebenarnya adalah kamus Bahasa Arab, yang di antaranya menyatakan bahwa iman adalah at-tashdîq muthlaqan (kamus Al-Munjid), alias “pembenaran secara mutlak”, dalam arti membenarkan sesuatu secara begitu saja, tanpa mengajukan pertanyaan. Itulah yang kemudian dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi (1) kata kerja: percaya atau mempercayai”,  (2) kata sifat: kepercayaan (keadaan atau kualitas percayanya seseorang terhadap sesuatu), dan (3) kata benda: kepercayaan (objek-objek yang dipercayai).
Ketika Ilmu Tauhid mengajukan Rukun Iman, yang jumlahnya ada enam, yang dimaksud adalah objek-objek kepercayaan, yang terdiri dari (1)percaya kepada Allah, (2) percaya kepada malaikat, (3) percaya kepada kitab-kitab, (4) percaya kepada rasul-rasul, (5) percaya kepada hari kiamat, dan percaya kepada takdir).
Rumusan Ilmu Tauhid itu sebenarnya diambil dari sebuah hadis yang dikenal sebagai Hadis Jibril, yang pokok bahasannya adalah (1) Islãm, (2) Îmãn, (3) Ihsãn, (4) Sã’ah, dan (5) Tanda-tanda Sã’ah, yang kelimanya oleh Rasulullah disebut sebagai amru dînikum (perkara agama kalian), yang tentunya satu sama lain tidak boleh dipisah-pisahkan. Namun dalam kenyataan, butir-butir yang disebutkan secara berurut dan disimpulkan oleh Rasulullah sebagai “perkara agama kalian” itu kini telah menjelma menjadi lima cabang (disiplin) ‘ilmu’.
Bahasan yang pertama (Islãm) telah menjelma menjadi Ilmu Fiqh, yang kedua (Îmãn) menjadi Ilmu Tauhid, yang ketiga (Ihsãn) menjadi Ilmu Akhlaq dan Tasauf, yang keempat dan kelima (Sã’ah dan Tanda-tanda Sã’ah) menjadi bahasan khusus tentang hari kehancuran dunia dengan segala tanda-tandanya.
Dan, harap diingat bahwa kelima disiplin ilmu tersebut masing-masing melahirkan variasi-variasi, yang jumlahnya mengikuti bilangan mazhab. Dalam bidang fiqih, misalnya, mazhab-mazhabnya yang terkenal antara lain Mazhab Syafi’i, Maliki, Hambali, dan lain-lain. Dalam bidang tauhid, ada Jabariyah, Qadariyah, dan lain-lain. Dalam bidang tasauf, ada Qadiriyah, Naqsabandiyah, dan lain-lain. Masing-masing aliran (mazhab) juga mempunyai variasi dalam kepercayaan mereka tentang hari kiamat dan tanda-tandanya. Ada yang percaya bahwa kiamat akan terjadi bila Nabi Isa sudah turun dari persemayamannya di langit ke bumi, untuk memimpin umat Islam dan mematahkan salib (mengalahkan Kristen). Ada pula yang percaya bahwa kiamat hanya akan terjadi bila sudah muncul Imam Mahdi. Bagi Ahmadiyah, Imam Mahdi itu adalah Mirza Ghulam Ahmad. Bagi Syi’ah, Imam Mahadi itu adalah imam yang selama ini ditunggu (Al-Muntazhar) oleh mereka, yaitu salah satu imam dari kalangan Syi’ah sendiri.
Itulah kiranya gambaran ringkas dari kredo (Ing.: creed) atau sistem kepercayaan (iman) umat Islam sedunia, yang jelas telah membuat umat Islam terkotak-kotak, terpecah-belah, kalahan, dan terpuruk.
Mengapa?
Di mana letak kelemahan atau kesalahan sistem itu?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar